Endratno Budi Santosa
Jurusan Teknik Planologi, FTSP, ITN Malang, Indonesia
arsenal_end@yahoo.co.id
Abstrak :
Kota Malang merupakan kota yang dulunya dikenal sangat nyaman, baiak dari sisi kondisi lingkungannya, mauapun dari sisi kelengkapan sarana-prasarana. Hanya saja seiring dengan semakin banyaknya kebutuhan dari penduduknya, maka tekanan terhadap aspek linglungan menyebabkan keseimbangan lingkungan mulai terasan tersingkirkan. Akibat dalam jangka pendeknya adlah mulai munculnya berbagai permsalahan lingkungan, seperti genangan banjir, kemacetan lalu lintas dan polusi, menurunnya pasokan dan kualitas air bersih, dan berubahnya iklim mikro di kota. Terlepas dari adanya issue global (semacam global warming dsb.), keberadaan program kegiatan di Kota Malang ditengarai menjadi penyebab berbagai kondisi ini. Mekanisme misleading dari program pembangunan di Kota Malang selaras dengan apa yang dikemukakan Garret Hardin (1968) dengan game theory nya yang disebut Tragedy of Common. Dengan menggunkan metode analisis wacana, maka dibuatlah berbagai kemungkinan pelaksanaan pendekatan EMS (Spinosa, 2007). EMS merupakan pendekatan yang bisa mengurai berbagai permasalahan di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan aspek lingkungan.Hasilnya adalah bahwa partisipasi publik lewat jejaring informal untuk mengkuatkan adalah merupakan salah satu rancangan kegiatan yang diperlukan untuk bisa mengurai berbagai permasalahan yang timbul dari program pembangunan di Kota Malang, yang mengancam aspek lingkungan di Kota Malang. Kata kunci: Tragedy of Common, EMS, issue lingkungan, jejaring informal